Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Islam’ Category

What’s the basic and most fundamental reason of a country’s conflict?

I was wondering…

The murder of Palestinian people by the Israeli that is happening in Gaza right now are all over the news. It is the crime against humanity so I don’t, ever, call it a war, it’s a murder.

The world knows Israeli military occupies, invades and attacks Palestinian so they can claim the regions that are now under the Palestinian authority. However, is that the ONLY reason why they’re doing what they’re doing? Only the religion conflict? Or is there a gold digging motive hidden beneath all?

Gold digging motive
This is the most common reason of conflict that I observe so far. History teaches us a lot. One example is what we see in the US invasion to Iraq…if it’s not because of the abundant oil in the land of Iraq, why would the US bother spending millions (if not billions) of dollars into that? They must have expected the return for every cent they spend on that! It’s business after all…

Another example back in 2012, when the US invaded Iran as Iran was accused to have mass-destructive weapons, which was later found to be untrue. The real reason for the invasion: the opportunity to conquer oil in Iran. And again, it’s a matter of fortune.

The Religion Motive
Now the question is: is it possible if religion becomes the very basic and most fundamental reasons of country’s conflict without the gold digging motives behind it?

It is possible!

The Israelis (with majority of them being Jewish) are fear of the existence of Islam. They feel that they’re going to lose one day that they feel the need to attack defendless Gaza kids and women with their rockets. That way, they can stop the peaceful spread of Islam, they can conquer Gaza and ultimately, destroy the West Bank where Jerusalem (or Baitul Maqdis, Islam third holiest city) is located.

Two major motives of conflict? Which one do you think is the basic and most fundamental reasons of country’s conflict? Your heart knows.

Let’s stop the murder in Gaza.
#PrayforGaza

Read Full Post »

Indahnya bersedekah

Assalamualaikum wr.wb

Saya tiba-tiba teringat akan salah satu episode reality show di Indonesia dulu, Minta Tolong. Di setiap episode reality show ini (yang dipercaya sebagai reality show yang tidak di script)  ada seorang yang meminta tolong akan suatu hal kepada orang-orang yang ia temui di sekitarnya.  Saat itu sedang diperingati hari raya Qurban, dan pada episode itu, ada seorang ibu-ibu tua yang meminta untuk diberikan sebagian daging qurban kepada orang-orang yang baru saja mendapatkan daging qurban.

Jam demi jam ibu itu meminta, dari orang satu ke orang lainnya, namun tidak ada satupun yang berniat membantunya. Bahkan kadang melihatpun tidak. Peluh demi peluh meluncur deras di wajahnya, sepertinya harapan itu tampaknya tak pernah ada, hingga ada satu wanita paruh baya yang tersenyum saat ibu ini meminta tolong. Dan secara mengejutkan, wanita ini juga dengan senang hati membagi daging qurban yang ia sendiri juga baru saja dapatkan dari prosesi pembagian qurban. Wanita yang membagi daging qurban ke Ibu tua ini adalah kaum dhuafa (juga); yang hanya makan daging setahun sekali saat Idul Qurban ini. Tetapi, mengapa sampai ia begitu ikhlas membagi apa yang sangat berharga untuknya, yang tentunya jarang sekali ia nikmati, kepada orang lain begitu saja?

Terlepas dari reality show itu, kita pun pasti pernah mengalami atau menyaksikan hal seperti itu di kehidupan sehari-hari. Saya merenung, apa yang bisa membuat orang-orang begitu ikhlas dalam membagi apa yang ia miliki dengan orang lain. Lalu, saya mencoba menemukan hakikat dasar tentang berbagi (sedekah) dalam Islam.

1. Semua yang kita miliki adalah titipan Allah SWT.

Keluarga kita, kesehatan, harta, kesuksesan, semuanya adalah milik Allah SWT. Kita sebagai manusia hanya diberikan kesempatan untuk menggunakannya. Ibarat dipinjamkan barang oleh seseorang, tentunya kita diharapkan untuk menjaga baik-baik barang tersebut dan menggunakannya sesuai dengan kehendak si pemilik, begitu pula dengan harta kita. Siapa saja yang menyedekahkan hartanya pada jalan Allah, berarti sama hal nya dengan seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Sebagaimana yang tertuliskan dalam Al-Quran:

ََمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

2. Sedekah sebagai bukti keimanan dan sebagai upaya penyucian jiwa

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya

Lalu, dalam surat At-Taubah ayat 103, Allah berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu (menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“


3. Sedekah bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menambah rezeki

Bila kita lihat di sekeliling kita, banyak sekali orang yang tidak seberuntung kita. Maka dengan menyedekahkan sedikit harta kita kepada mereka, hal itu dapat meringankan beban mereka. Apabila pernah ada kekhawatiran bahwa dengan bersedekah harta kita akan habis, maka sungguhlah keliru hal itu. Sedekah akan mendatangkan rezeki, yang jumlahnya berlipat-lipat dari apa yang disedekahkan, seperti janji Allah dalam Q.S Al-Baqarah: 261

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran)

Bersedekah tidak hanya diartikan dengan menyumbangkan uang kita, tetapi sedekah bisa dalam bentuk lain juga, seperti menyumbangkan darah, menyumbangkan barang-barang, waktu atau pengetahuan kita. Sedekah pada hakikatnya menyumbang sesuatu yang kita miliki, sesuai dengan kemampuan kita, dengan tujuan membantu orang lain dan mengharap ridho Allah SWT semata.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah:267)


Sudahkah kita bersedekah hari ini?

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ingat akan nikmat yang telah dikarunikanNya dan membaginya dengan sesama.

Amin ya robbal alamin

Wassalamualaikum wr.wb

Amy Astika

Read Full Post »

A Stranger and Shalat Istikharah

…And Allah reminds us in many ways…

We never know how our future is going to look like
and we never know if one stranger we might meet on the street is a special person that God sends to us to remind us about something…Here is my story…

I love travelling. Lucky enough for me, whenever I travel alone, I always meet nice and friendly people. People who have inspiring stories of their lives; such as an environmental activists who was dealing with deforestation in Indonesia, a stock analyst,  or a woman who quit from her job as a programmer in IBM to see the world by being an au pair in Amsterdam till a person who is having a long distance relationship between Eindhoven-Bordeaux for 20 years. Everyone has their own stories and sometimes, by story-sharing, we get good and useful knowledge that we do not know before. And not to forget, another good thing about your travel stranger-who-turn-to-become-a-companion is that it will make you feel less-lonely and eventually make the travel hours seems shorter J.

It was that day, just like any other time, I travelled by myself (again) to France.  And on my way back to Rotterdam, I met a person who is, a Dutch (but wasn’t born in Holland), who also happens to be a Muslim. We talked about many things; about life, about how he has a lot of Indonesian friends. Oh, I didn’t know that he was a Muslim up until he was mentioning that he is trying to keep his shalat 5 times a day. Then, since that, we began to talk about Islam. Actually, I was amazed by how much he knows about Islam despite that he spend most of his life in Holland. I was a bit embarassed as he appears to know Islam better than me even though I was born and spend most of my life in a country where the majority of its populations are Muslims.

Then we came into a discussion about shalat istikharah.

I didn’t know a lot about Shalat Istikharah. I have never done it before as I used to think that shalat Istikharah is only used to ensure our choice regarding which one that we should marry. And while I haven’t had a plan of marriage in near time, so I thought I shouldn’t really bother about this. But actually, I am wrong, this shalat is much more than that.

Shalat Istikharah can be done in order to get the feeling of secure and sure whenever we need to make an important choices  of our lives. Besides to ask Allah whether our choice of a person that we are going to marry is the right one, we can also pray to Him and ask for guidance regarding which businesses that we should pursue, which school/universities that we should choose, etc.  This Shalat Istikarah is indeed a magic form of communication between us and our Creator,  Allah SWT. Since He is our Creator, He knows us much better than we do. He knows what we need and what we don’t need, and what is bad and good for us.

Shalat Istikharah is not an obligation but it is recommended by Rasulullah SAW whenever we need to decisions, especially an important one. And this doesn’t mean that we shouldn’t think hard to make certain decisions and just pray Istikharah, but we do both simultaneously.

How to do it? It is best if we do it in the 2/3 night. It can be done from 2 to 12 rakaat (6 times of salam). If we do 2 rakaat, the first rakaat after we read Al Fatihah, we continue with reading Surah Al Kafiruun. And in the second rakaat, after we read Al Fatihah, we read Surah Al-Ikhlas. And after we finish praying, we continue with a special du’a.

Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik.
Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.
Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.
Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii, washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih

And this is the translation of the du’a (in Indonesian)

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.
Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib

After praying Istikharah, InshaAllah, He shall gives you a sign in a form of feeling of sure in your heart of a certain choices, or your effort that leads to certain choice seems easier. Thus the sign is not necessarily appear through the dream. And if the feeling of sure is not yet appear, we can do the shalat again in the name of Allah only and ask purely for his guidance for the best choice. InshaAllah..

And for me, I thank You, Allah for giving me a solution to my problems through a stranger…

Read Full Post »

a Response on “Everybody Draw Mohammed Day”

Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya kita membela Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Besar kita. Kita harus membela apa yang kita yakini itu benar dan tidak takut dalam mengambil posisi kita dalam mengatakan apa yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Akan tetapi dalam hal ini, janganlah sampai kita terpancing emosi sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya kita keluarkan. Ini juga bukti bahwa orang-orang yang membenci Muhammad itu adalah orang yang sebenarnya percaya akan kebesaran Nabi besar kita, tetapi ego-nya yang membuat mereka menolak akan apa yang hatinya ia anggap benar. Yakinlah, tujuan mereka ialah memancing emosi kita dan bila kita terpancing dengan mencaci maki mereka, maka mereka akan merasa menang dan merasa tujuan mereka tercapai.

Bila kita melihat dari sisi lain, justru saat inilah dimana kita sebagai orang Muslim bisa menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai dan tidak gampang termakan oleh hasutan. Momen ini secara tidak langsung membuat nama Nabi Muhammad SAW terangkat lagi ke permukaan, sehingga orang-orang yang belum pernah mendengar nama nabi besar kita ini sebelumnya, menjadi berkesempatan untuk mendengarnya. Lalu tugas kita adalah memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya, contohnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang siapa Muhammad dan apa Islam itu? Mengapa tidak boleh menggambar beliau? di forum-forum yang kita datangi ataupun percakapan langsung kita dengan teman atau sahabat, bukan dengan mencaci maki para pembuat grup/kompetisi tersebut. Momen-momen seperti ini, bila disikapi dengan kebijaksanaan bisa berbalik menjadi sebuah momen dimana orang-orang akan percaya bahwa Islam adalah agama yang benar adanya dan membuat mereka memutuskan untuk kembali (saya tidak menggunakan kata pindah disini) ke dalam Islam.

Shalawat dan salam kita junjungkan kepada nabi besar Muhammad SAW.

Semoga Allah SWT memberi hidayah kepada kita semua.
Amin ya Robbal Alamin

Amy

Read Full Post »

Islam in Rotterdam

A  month ago, I felt so worried and insecure regarding my decision to study in Rotterdam. A lot of questions wandered in my head: whether I can cope with the difficulty of the study, whether or not I can stand the weather that constantly change every minute and questions whether I will have friends or not. The last questions was quite bothering me, why is that? Because I’m a Muslim and I wear Hijab. I was wondering if I would still be allowed to wear hijab there, and if I weren’t, should I take this off? I’ve heard a lot of things about discrimination that happens to Muslims everywhere around the world, especially in the Europe, after the September 11 attack.   Then I ask myself, what if people throw eggs or yogurts on me when I walk in front of them? Would I be strong in enough? Would I be brave enough to live my days with the hijab on my head if they treat me like that?

I made my decision, on the last day of August, I flew from Jakarta to Amsterdam and continued by train to Rotterdam. Thank God, I finally arrived in Rotterdam after a long, long journey (you can imagine sitting for more than 12 hours continuously :p). The fresh air of Rotterdam suddenly left all my body pain behind and my new journey began at that very moment…………….

After nearly a week living in this amazingly beautiful city, all of my worries and concerns about Islam and hijab is suddenly gone. Here,  Muslim women are walk around in hijab. Most of Muslim women here are Turkish, Moroccan, or other middle eastern ethnic background. Indeed, Muslims comprise close to 25% of the city’s population. It is quite a big number, particularly since Rotterdam is the second biggest city in the Netherlands. It has the biggest mosque in Europe. The Mayor, Ahmed Aboutaleb is also a practicing Muslim of Moroccan descent, and is son of an Imam. Some sharia law are also applied here. What a surprising fact, isn’t it? There is an article titled Eurabia Has A Capital: Rotterdam that analyze the condition and progress of Islam in Rotterdam.

Back with the hijab issue, in Rotterdam, there are many types of hijab that are worn by Muslim women. You can see some of the pics in a small size in the article above. (I will post some of the pics that I take by myself sometime later in the next post :)). Most of women in hijab here are very fashionable. They mix and match the style, the color and the pattern of the clothes that is available in the local store so it looks good yet still fulfill the sharia of covering the whole body except for the face and the palm.

Indeed, I feel relieved, even every other people that are not Muslims do not see me and look at me differently as I first expected. (Well, this is how I feel). Some places, such as the campus that I go to (Erasmus University) also provides Muslims praying room in the campus. I feel so lucky and blessed to be able to study in this city while keeping my faith at the same time (Look: The Hijab in Belgium). Besides the clean, fresh air and organized traffic, Rotterdam and its people respect diversity. They understand that every people have their own characteristics and they are unique in their own ways. And that’s what I love about it 🙂

I hope this first impression lasts forever………….

Read Full Post »